Tugas
Obeservasi
Frekuensi
jaringan
1.
Kuat Sinyal (Signal Strength)
Kualitas
sinyal menentukan handal tidak nya suatu WiFi. Semakin kuat sinyal maka semakin
baik dan handal konektivitas nya. Sinyal pada WiFi ditunjukan dengan besaran
dBm yaitu satuan level daya dengan referensi daya 1 mW = 10-3 Watt.
Rentang
kuat sinyal pada WiFi yaitu antara -10 dBm sampai kurang lebih -99 dBm dimana
semakin nilai nya mendekati positif maka semakin besar kuat sinyal nya.
TX/RX signal strenght adalah kekuatan
signal yang di transmit / di terima oleh si radio….. angkanya semakin besar
atau minusnya makin dekat ke 0 semakin kuat signalnya.
2. Signal to
Noise Ratio (SNR)
Sebuah sambungan nirkabel yang menggunakan
frekuensi tertentu akan menerima apa pun yang ditransmisikan, ditambah lagi
kebisingan (gangguan) di sekitar perangkat. Jika kekuatan transmisi secara
signifikan lebih kuat dari kebisingan, maka perangkat dapat efektif mengabaikan
kebisingan. Jika sinyal yang diterima sebanding dengan kebisingan lingkungan
sekitar, maka perangkat nirkabel tidak akan mampu membedakan sinyal dari
perangkat lawan dengan kebisingan. Hal ini akan menyebabkan komunikasi nirkabel
dan data tidak berjalan dengan baik.
Signal to Noise Ratio (SNR) adalah rasio
perbandingan antara sinyal yang diterima dengan gangguan (derau) sekitar dengan
satuan desibel (dB).
Serangkaian tes dilakukan untuk menentukan
dampak dari nilai SNR pada performa nirkabel dan juga berpengaruh pada
kestabilan sambungan (link) terhadap beban sambungan.
3. Noisefloor
Noisefloor adalah noise / besarnya gangguan freq… value
makin dekat ke -100 makin bagus makin dekat ke 0 makin besar.
Observasi dengan Channel yang sama
Penjelasan
dengan
CH yang sama bisa dilihat ada perbedaan dan persamaan yang ada pada SSID
berikut,yaitu;
Signal
Strength yang tidak berbeda jauh (-62 : -60)
Noise
Floor yang sama (-99 : -99)
Signal
to Noise yang tidak berbeda jauh (37 : 39)
