Kamis, 14 September 2017

Tugas Obeservasi Frekuensi jaringan

Tugas Obeservasi Frekuensi jaringan

1. Kuat Sinyal (Signal Strength) 
Kualitas sinyal menentukan handal tidak nya suatu WiFi. Semakin kuat sinyal maka semakin baik       dan handal konektivitas nya. Sinyal pada WiFi ditunjukan dengan besaran dBm yaitu satuan level daya dengan referensi daya 1 mW = 10-3 Watt.
Rentang kuat sinyal pada WiFi yaitu antara -10 dBm sampai kurang lebih -99 dBm dimana semakin nilai nya mendekati positif maka semakin besar kuat sinyal nya.

TX/RX signal strenght adalah kekuatan signal yang di transmit / di terima oleh si radio….. angkanya semakin besar atau minusnya makin dekat ke 0 semakin kuat signalnya.

2. Signal to Noise Ratio (SNR)
                Sebuah sambungan nirkabel yang menggunakan frekuensi tertentu akan menerima apa pun yang ditransmisikan, ditambah lagi kebisingan (gangguan) di sekitar perangkat. Jika kekuatan transmisi secara signifikan lebih kuat dari kebisingan, maka perangkat dapat efektif mengabaikan kebisingan. Jika sinyal yang diterima sebanding dengan kebisingan lingkungan sekitar, maka perangkat nirkabel tidak akan mampu membedakan sinyal dari perangkat lawan dengan kebisingan. Hal ini akan menyebabkan komunikasi nirkabel dan data tidak berjalan dengan baik.
Signal to Noise Ratio (SNR) adalah rasio perbandingan antara sinyal yang diterima dengan gangguan (derau) sekitar dengan satuan desibel (dB).
Serangkaian tes dilakukan untuk menentukan dampak dari nilai SNR pada performa nirkabel dan juga berpengaruh pada kestabilan sambungan (link) terhadap beban sambungan.

3. Noisefloor
Noisefloor adalah noise / besarnya gangguan freq… value makin dekat ke -100 makin bagus makin dekat ke 0 makin besar.
Observasi dengan Channel yang sama

Penjelasan 
dengan CH yang sama bisa dilihat ada perbedaan dan persamaan yang ada pada SSID berikut,yaitu;
Signal Strength yang tidak berbeda jauh (-62 : -60)
Noise Floor yang sama (-99 : -99)
Signal to Noise yang tidak berbeda jauh (37 : 39)